Saturday, November 10, 2007

Motivasi Diri

KITA AKAN MENJADI SEPERTI YANG KITA PIKIRKAN


Ketika masa-masa terakhir duduk di bangku SMA saya mengalami penurunan semangat belajar yang teramat drastis. Saya berfikir, bahwa kalaupun saya semangat belajar and toh saya tidak akan bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Orang tua saya tidak akan mampu membiayai kuliah saya. Jangankan membiayai kuliah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya sudah sulit. Kalaupun saya bekerja, pekerjaan apa yang bisa dapatkan dengan ijazah SMA. Penurunan semangat belajar itu berakibat pada jebloknya nilai ujian saya. Padahal saya ngga bodoh-bodoh amat. Buktinya ketika mengerjakan soal ujian fisika saya masih sempat menurunkan rumus sendiri, yang artinya saya memahami konsepnya tetapi saya tidak hafal rumusnya dan itu menghabiskan waktu ujian saya.

Ya. Ketika itu saya terbelenggu oleh suatu mindset (atau apalah namanya) bahwa saya ini anak orang miskin dan tek perlulah bercita-cita kuliah atau bekerja di tempat yang bergengsi. Maka ketika lulus pun saya akhirnya ha-nya menganggur di rumah. Tidak ada keberanian untuk mengambil inisiatif mencari bea siswa atau mencari kerja. 
Saya baru tersadar ketika saya melihat ada teman saya yang bisa kuliah padahal dia yatim dan ibunya juga miskin. Sementara kedua orang tua saya masih lengkap. Yang lebih mengejutkan saya ternyat teman saya itu mengajak salah seorang adiknya untuk bersekolah di kota tempatnya kuliah dan menanggung semua kebutuhan hidupnya.
Ternyata selama ini terkekang oleh mindset saya. Sehingga tidak mencoba berfikir mengenai solusi-solusi yang mungkin bisa saya tempuh. Tidak ada keberanian untuk mencoba keluar dari kungkungan kesulitan yang saya hadapi.
Agaknya yang saya alami ini juga dialami oleh banyak orang. Ada sementara orang yang tidak mau mencoba membuat sendiri sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukannya hanya karena merasa tidak berbakat. Ada orang yang malas untuk belajar bahasa Inggris atau komputer karena merasa sudah terlalu tua dan mudah lupa.
Padahal apa yang kita kira belum lah tentu benar. Kita tidak akan tahu bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu kecuali kita sudah mencobanya. Dulu (sekarang juga masih) para orang tua -terutama di desa-desa- kebanyak-an mereka mulai mendalami Islam saat usia mereka beranjak tua. Mereka tidak hanya belajar menghafal doa-doa te-tapi juga belajar membaca Al-Quran. Padahal kita tahun belajar membaca Al-Quran bukanlah hal yang mudah, teta-pi nyatanya mereka bisa. Kenyataan ini mematahkan anggapan bahwa orang yang sudah tua tidak bisa belajar. Me-mang mungkin akan menemui banyak kesulitan, tetapi bukan tidak bisa.
Jadi kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik kita mesti mengubah mindset (cara berpikir) kita. Selama kita tetap memandang rendah diri kita atau menganggap diri kita lemah, maka kita tidak akan memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru dan selama itu pula kita tidak akan berubah. Memang merubah mindset bukanlah sesuatu yang semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi memang harus diproses. Membuka diri untuk belajar dan menerima masukan dari orang lain adalah cara yang tepat untuk mengubah cara pandang kita terhadap diri kita. Cara lainnya adalah dengan lebih banyak membaca dan menggali informasi yang saat ini bisa kita peroleh dengan mudah di mana saja.
Allau a’lam
Posted by Langgeng at 05:51:32
Comments

2 Responses to “Motivasi Diri”

  1. ihsan says:

    asw.
    mas langgeng dah bisa buka blognya kan?
    ko ga pernah di update lg??

    sering2 mampir ya ke blog sy, n kl bersedia kasih comment dari tulisan2 sy….

    jkk.

  2. You did it! …How did you do it?

Leave a Reply